Sebuah
ungkapan sederhana bertutur bijak kepada kita, “kehidupan ini
berbicara bukan mengenai berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana
kita menjalani hidup yang telah tuhan karuniakan dalam keberlimpahan
ditengah pentas kehdiupan.” Ini artinya kehidupan sedang berbicara
kepada kita tentang kualitas hidup seseorang, bukan seberapa lama
seorang hidup diatas muka bumi ini. Boleh saja kita mendambakan usia
yang panjang, namun tiadalah artinya usia yang panjang sampai membuat
kita berbaring dalam renta ketika menua jika didalam usia tersebut
tidak pernah ada kebaikan yang kita torehkan bagi kehidupan kita
sendiri, pun juga kepada orang lain. Artinya kualitas kehidupan
seseorang tidak ditentukan oleh seberapa lama ia bercokol dibumi ini,
namun seberapa banyak kualitas kehidupan yang ia persembahkan bagi
kehidupan. Benih-benih kebaikan yang ditanamkan menjadikan awal
sebuah pembebasan.
Tentu
saja kualitas hidup seseorang ditentukan oleh ragam kebaikan dan
kebajikan yang ia persembahkan dalam keseharian. Dalam kitab suci
manapun, tuhan selalu menekankan arti kehidupan luar biasa, kehidupan
menakjubkan, kehidupan yang didalamnya diwarnai oleh ragam kebaikan.
Ini menyadarkan kita tentang satu pelajaran berharga bertutur
bijaksana; tidak semua orang memiliki umur panjang, namun setiap
orang memiliki kesempatan yang sama untuk menciptakan kehidupan yang
berkualitas melalui upayanya untuk menjadi diri pribadi terbaik yang
pernah terlahir dimuka bumi ini. Bagi mereka yang memanfaatkan
usianya untuk menebar kebajikan, kebermaknaan hidup tidak akan pernah
lepas mengikuti jalan setapak yang sudah, sedang dan akan dilaluinya,
walau usianya hanya sebatas saja, akan tetapi karunia hidup bertumbuh
berlimpah disetiap harinya. Inilah dambaan setiap manusia, dambaan
saya, anda, dan juga mereka.
Hanya
mereka yang terus memacu diri dalam pencarian diri guna menemukan
kualitas kehidupan yang luar bisa yang nantinya tercerahkan hidupnya.
Oleh karena itu, tentu saja kita harus mengetahui hal-hal apa yang
memang harus dilakukan oleh seseorang agar kehidupannya terbebaskan
sebagai bekal untuk menggapai kehidupan yang diurapi berkah Tuhan.
Sahabat
pembaca yang budiman. Salah satu key word untuk mengakses kebaikan
itu adalah ketika kehidupan seseorang dipenuhi oleh kelenturan hati
untuk berbelas kasih. Ketika seseorang mulai memberikan yang terbaik
bagi dirinya dan orang lain, hidupnya akan terbebaskan. Ini artinya
kebahagiaan yang dimimpikan sebagai cara untuk pembebasan diri dari
ragam kemelekatan sejalan dengan “HASRAT UNTUK MEMBERI”.
Sejatinya
memberi tidak terbatas pada pemahaman yang sempit pada suatu objek
tertentu, misalnya saja dalam benak kebanyakan orang; memberi identik
dengan berbagi harta benda, sedangkan mereka yang miskin hanya bisa
menerima, tidak lebih dari itu. Sungguh tidak demikian, cukupkanlah
pemikiran yang demikian tidak lagi bercokol didalam diri kita saat
ini, sebenarnya apapun yang menjadi karunia tuhan dalam diri kita
saat ini sangat potensial untuk bisa disebar luaskan kepada siapapun
orang. Senyumanpun akan sangat luar biasa artinya ketika kita tulus
untuk memberikannya kepada siapapun, begitupula dalam ragam kebaikan
kecil lainnya, sederhana, namun sungguh sangat luar biasa.
Sesederhana
embun yang datang dipagi hari, sedikit adanya namun bermakna disetiap
harinya. Begitu juga dalam permisalan lain dalam bahasa sederhana
alam. Ini menyadarkan kita satu hal; Berbagi yang sesungguhnya adalah
ketika kita mulai menyadari peran dan fungsi kita lantas menebar
kasih sepenuh hati. Inilah memberi yang tidak terikat kemelekatan
sebagaimana pikiran yang terbersit didalam benak setiap orang.
Kita
seringkali berfikir bahwa kita akan bisa menikmati kebahagiaan luar
biasa ketika kita menerima ragam pemberian dari kehidupan ini,
menerima dan menerima yang kita yakini sebagai kebebasan luar biasa,
sesungguhnya tidak demikian dan tidak demikian adanya, kebahagiaan
ternyata ada saat orang mau untuk memberi dengan setulus hati kepada
orang lain. Sekali lagi, Memberi tidak harus dengan berbagi harta
benda, namun memberikan kebaikan apa yang kita miliki kepada orang
lain dengan setulus hati, itulah memberi yang sesunggunya. Tiadalah
artinya pemberian yang banyak tanpa diikuti oleh ketulusan hati untuk
berbagi.
Kualitas
memberi dalam kehidupan seseorang akan sangat menentukan kualitas
kebermaknaan dalam hidupnya. Inilah yang sering disebut orang “BERKAH
HIDUP” yang berlimpah ruah;kehidupan yang menakjubkan. Sebagaimana
yang diuraikan didalam Al-Kitab, “sebaik-baik manusia adalah mereka
yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, jadilah diri
seorang pemberi, seorang yang rela untuk memberi dengan hati yang
ikhlas penuh suka cita. Tidak harus menantikan umur panjang untuk
bisa berbuat baik atau sekedar mengidam-idamkannya, namun berbuat
baiklah untuk menuai umur yang panjang dalam berkah yang mengagumkan,
inilah kesempatan kita untuk menemukan berkah kehidupan yang luar
biasa sebagaimana yang dijanjikan tuhan, karena sungguhnya kehidupan
akan menawan disetiap harinya, tersenyum dan datang menyapa kepada
kita semua jika kita menyambutnya dengan penuh suka cita. Keep spirit
for our life better…
Salam
Satu Jiwa. Salam sehat jiwa untuk menggapai hidup bahagia
Mustafid
Amna Umary Erlangga Kusuma Perdana Saputra Zain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar