Jumat, 24 Februari 2012

Apakah anda termasuk orang yang dicap GAGAL!?


Apakah anda temasuk orang yang dicap “GAGAL” oleh mereka yang hidup disekitar anda, entah itu dari orang tua, saudara, kerabat dan sahabat dekat anda? Atau mungkin anda dikategorikan kedalam MTMD “Manusia Tanpa Masa Depan”? Jangan-jangan anda sendiri yang menciptakan LABEL demikian dalam hidup anda? Jangan buru-buru berucap demikian karena apa yang tertuang dalam angan-angan dan ucapan anda adalah sebahagian dari do’a yang sedang anda panjatkan kepada Sang Kuasa. Jika pernah melantunkan doa demikian, sudahi saja kesemuanya itu dengan satu keyakinan bahwa ada harapan bagi anda untuk merubah semua masa lalu yang tidak pantas bagi kehidupan anda, yang berlalu biarlah berlalu karena suatu kehilafan yang mungkin sulit bagi anda menjelaskannya kenapa semua itu terjadi begitu saja. Hari ini adalah kesempatan untuk mengukir keindahan sebagaimana yang kita idam-idamkan sejak dahulunya. Sungguh tuhan menantikan doa yang indah dari makhluk ciptaan-Nya.

Sekali-kali jangan pernah berkata kepada diri anda; bahwa ANDA adalah seorang yang sudah pupus harapan untuk bisa melihat keindahan ditengah kehidupan. Sungguh, Anda masih memiliki kesempatan untuk bisa melakukan hal-hal besar yang membuat kehidupan anda dipenuhi keindahan besar yang luar biasa sebagai karunia terindah dari Yang Maha Kuasa. Terpenting untuk kita lakukan saat sekarang ini tidak lain adalah menyalakan lentera iman dan harapan agar kehidupan ini tidak mengecewakan dikemudian harinya.

Begitu banyak orang kehilangan kendali ketika dicap sebagai seorang yang “GAGAL” dalam realitas kehidupannya. Padahal dalam perjalanan hidup ini, sesungguhnya kita memiliki banyak kesempatan untuk melihat kehidupan dengan sudut pandang yang berbeda. “KEGAGALAN” hari ini tidak lain adalah pupuk mental untuk mengikis kesombongan dan meningkatkan kesabaran dalam diri dalam melihat diri kita yang sesungguhnya jika kita memiliki hal-hal berikut ini: Milikilah sudut pandang berbeda agar hidup tidak terkurung dalam penjara ANIAYA setiap kali Musibah mendera, Musibah bukanlah kegagalan yang menimpa, semua itu adalah serangkaian peroses agar kita bisa bertumbuh dewasa, jadi tergantung dari sudut pandang mana kita menilainya. Sudut pandang dalam melihat masalah dalam kaca-mata yang lebih luas adalah hal yang perlu dimiliki agar hidup tidak terjerumus dalam keterhinaan.

Semua orang tentu saja memiliki problema dalam perjalanan hidupannya, Entah itu saya, anda dan juga mereka. Namun hanya sedikit mereka yang bersinar terang dalam kehidupannya ketika didera oleh ragam ujian dan coba yang selalu datang menilpa. Hal ini tidak lain muncul akibat dari kemampuan seseorang dalam melihat kehidupannya dari kaca-mata dan sudut pandang yang berbeda. Jika kita melihat “KEGAGALAN-musibah yang mendera” hari ini sebagai cara tuhan membinasakan kehidupan kita, maka wajar jikalau kita terus didera oleh penderitaan yang tiada pernah terlihat ujung pangkalnya. Sudahi saja semua itu dengan CARA BERFIKIR yang berbeda, cara berfikir yang luar biasa yang menuntun kehidupan kepada pembebasan bagi kehidupan dimasa depan. Lihatlah semuanya itu sebagai cara tuhan untuk menumbuhkan sikap dewasa dalam diri kita agar terlahir jiwa-jiwa yang Bijaksana. Cobalah untuk berkaca dari kehidupan pohon yang tinggi yang mana selalu diuji oleh terpaan angin saat menjulang diatas angkasa. Jika kita tidak menginginkan yang demikian itu dalam kehdiupan kita, maka kita hanya pantas menjadi RUMPUT yang di-injak oleh kaki manusia dan binatang lainnya.

Bagi orang yang sudah mengerti arti dibalik goncangan hidup yang mendera, mereka tidak goyah dan terlunta-lunta, karena dalam diri mereka masih ada Harapan yang tidak pernah pudar, sekalipun ragam masalah tak pernah surut dari kehidupannya. Hal lain yang perlu dimiliki oleh setiap orang adalah keberanian untuk Berdiri diatas penderitaan dengan cara yang anggun. Cobalah untuk tidak lagi berkeluh kesah. Jadikanlah kesulitan sebagai cara untuk meraih kesuksesan.

Pernahkah kita mendengar kisah sukses dibalik tangan kreatif Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar dan ragam kesuksesan yang diraihnya? Edison adalah salah satu contoh manusia yang tidak menyerah dari ragam kesulitan dan kegagalan yang menimpa hidupnya. Betapa tidak, sebelum lampu pijar berhasil ditemukan, Edison mengalami kegagalan demi kegagalan. Namun berkat kegigihan serta kemauan untuk terus melaju dalam karya hidup yang luar biasa, jika saja Edison menyerah dalam risetnya, maka kita tidak akan pernah tahu apa itu lampu pijar. Namun karena kegigihan seorang Edison, kita bisa merasakan cahaya terang dari lampu pijar yang ditemukannya.

Edison berkeyakinan bahwa setiap kegagalan yang menimpa adalah kehidupan luar biasa yang menjadi warna indah dikehidupan esok harinya. Dalam kamus kehidupan Edison dan orang-orang yang selalu bercahaya terang dalam kehidupannya, mereka meyakini bahwasanya keluh kesah hanya akan menyingkirkan semangat juang dalam kehidupan mereka, termasuk kita yang saat ini sedang terpukul jiwa dan raga saat didera ragam uji dan coba.

Cobalah untuk tidak menyerah karena sesungguhnya dibalik keberanian dan keyakinan untuk menyingsingkan segala derita, disanalah kesempatan terbuka untuk melihat kehidupan dalam keindahan aslinya; yaitu BAHAGIA. Cobalah untuk tidak menangis lagi, katakan kepada diri sendiri bahwa kita pantas mendapatkan kehidupan yang luar biasa jika menjadikan masa lalu yang kelam itu sebagai batu loncatan untuk menemukan lentera kehidupan. Tuhan tidak mungkin melupakan hamba-hamba-Nya yang meminta. Jika keyakinan demikian tertanam dalam diri, maka tidak mungkin tidak kita akan mampu meraih kehidupan penuh senyuman.

Tidak cukup memiliki sudut pandang yang berbeda agar kehidupan tercerahkan adanya. Tidak cukup hanya memiliki segudang semangat juang untuk tidak berkeluh kesah melihat realitas kehidupan ini. Sesungguhnya ada hal lain yang harus kita miliki agar tidak terjatuh dalam kenaifan yaitu; kita harus memiliki mentalitas seorang juara. Mentalitas seorang pemenang yang tidak pernah surut ketika dideru oleh ujian dan cobaan didalam hidupnya, mereka yang memiliki mentalitas seorang juara terus melangkah maju dalam berkarya dan melahirkan hal-hal luar biasa. Seorang juara sejati tidak melihat kecil atau besar kebaikan yang dilakukannya, namun karena ketulusan untuk memupuk diri dalam melakukan kebaikan yang secara terus menerus membuat mereka menjadi juara. Keep spirit for our life better…

Salam satu jiwa. Salam sehat Jiwa untuk menggapai bahagia.

Mustafid Amna Umary Erlangga Kusuma Perdana Saputra Zain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar